Makalah Filsafat Ilmu

Makalah Filsafat Ilmu

A.    Filsafat
A.1.       Pengertian Filsafat
Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia atau philosophos. Philos atau philein berarti teman atau cinta, dan shopia atau shopos berarti kebijaksanaan, pengetahuan, dan hikmah. Filsafat berarti juga mater scientiarum yang artinya induk dari segala ilmu pengetahuan. Kata filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata falsafah (Arab), philosophie (Prancis, Belanda dan Jerman), serta philosophy (Inggris). Dengan demikian filsafat berarti mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana (menjadi kata sifat) bisa berarti teman kebijaksanaan (menjadi kata benda) atau induk dari segala ilmu pengetahuan.

Secara umum filsafat berarti upaya manusia untuk memahami segala sesuatu secara   sistematis, radikal dan kritis. Berarti filsafat merupakan sebuah proses bukan sebuah    produk. Maka proses yang dilakukan adalah berpikir kritis yaitu usaha secara aktif,   sistematis dan mengikuti pronsip-prinsip logika untuk mengerti dan mengevaluasi suatu informasi dengan tujuan menentukan apakah informasi itu diterima atau ditolak. Dengan   demikian filsafat akan terus berubah   hingga   satu   titik tertentu (Takwin, 2001).

Adapun beberapa pengertian pokok tentang filsafat menurut kalangan filosof adalah:
1.   Upaya spekulatif untuk menyajikan suatu pandangan sistematik serta lengkap tentang seluruh realitas.
2.   Upaya untuk melukiskan hakikat realitas akhir dan dasar secara nyata.
3.   Upaya untuk menentukan batas-batas dan jangkauan pengetahuan sumber daya, hakikatnya, keabsahannya, dan nilainya.
4.   Penyelidikan kritis atas pengandaian - pengandaian dan pernyataan - pernyataan yang diajukan oleh berbagai bidang pengetahuan.
5.   Disiplin ilmu yang berupaya untuk membantu Anda melihat apa yang Anda katakan dan untuk menyatakan apa yang Anda lihat.

Definisi - definisi :
1.      Plato (427–348 SM) menyatakan filsafat ialah pengetahuan yang bersifat untuk   mencapai kebenaran yang asli.
2.      Aristoteles (382–322 SM) mendefenisikan filsafat ialah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika.
3.      Marcus Tulius Cicero (106–043 SM) menyatakan filsafat ialah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha untuk mencapainya.
4.      Descartes (1596–1650), filsafat ialah kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikannya.
5.   Immanuel Kant (1724–1804) berpendapat filsafat ialah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal segala pengetahuan yang tercakup di dalamnya 4 persoalan:
a.    Apakah yang dapat kita ketahui? (metafisika)
b.   Apakah yang seharusnya kita kerjakan? (etika)
c.    Sampai di manakah harapan kita? ( agama)
d.   Apakah yang dinamakan manusia itu? (antropologi)


Untuk lebih lengkapnya silahkan bisa download file word dibawah ini



Panjang 8955 kata, Size papaer A4, 37 Halaman

Read more »
Makalah HAM dan Kebebasan Dasar Manusia

Makalah HAM dan Kebebasan Dasar Manusia

A. PENGERTIAN HAK ASASI MANUSIA

Hak asasi manusia adalah hak dasar yang dimiliki manusia sejak manusia itu dilahirkan. Hak asasi dapat dirumuskan sebagai hak yang melekat dengan kodrat kita sebagai manusia yang bila tidak ada hak tersebut, mustahil kita dapat hidup sebagai manusia. Hak ini dimiliki oleh manusia semata – mata karena ia manusia, bukan karena pemberian masyarakat atau pemberian negara. Maka hak asasi manusia itu tidak tergantung dari pengakuan manusia lain, masyarakat lain, atau Negara lain. Hak asasi diperoleh manusia dari Penciptanya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan hak yang tidak dapat diabaikan.

Pada setiap hak melekat kewajiban. Karena itu,selain ada hak asasi manusia, ada juga kewajiban asasi manusia, yaitu kewajiban yang harus dilaksanakan demi terlaksana atau tegaknya hak asasi manusia (HAM). Dalam menggunakan Hak Asasi Manusia, kita wajib untuk memperhatikan, menghormati, dan menghargai hak asasi yang juga dimiliki oleh orang lain.
 B.    HUBUNGAN ANTARA HAM DAN KEBEBASAN

Hak Asasi Manusia merupakan hak yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia yang bersifat kodrati. Maka dari itu tidak ada kekuasaan apapun yang dapat mencabutnya sejak manusia itu dilahirkan hingga sampai akhir hayat nanti. Hak asasi manusia bersifat universal, artinya berlaku dimana saja dan untuk siapa saja serta tanpa dapat diambil oleh siapapun. Sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa, HAM wajib untuk dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (Pasal 1 angka 1 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM). Untuk itu, kita sebagai warga Negara yang baik sangat perlu menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia tanpa membeda-bedakan status, golongan, jabatan, keturunan dan lain sebagainya.

Ada banyak pengertian ‘kebebasan’ dan pengertian yang paling sederhana dan klasik adalah ‘tidak adanya larangan.’ Meskipun demikian, konsep dasar ‘kebebasan’ juga harus memperhatikan ‘tidak adanya intervensi’ dari kebebasan yang telah dilakukan tersebut terhadap kebebasan orang lain. Jadi ada dua kebebasan yang seimbang, yakni bebas untuk melakukan dan bebas untuk tidak diintervensi oleh tindakan tersebut.

Didalam konteks hubungan antara pemerintah dan warga negara, kebebasan ini lebih menekankan pada tidak adanya intervensi atau larangan dari negara terhadap kebebasan warga negaranya. Kebebasan warga negara tidak boleh diintervensi baik oleh kebijakan yang diambil oleh pemerintah maupun produk perundang-undangan sekalipun. Praktik-praktik yang mengandung unsur ‘intervensi’ terhadap kebebasan individu harus memperhatikan asas proporsionalitas untuk menghindari praktik-praktik yang diskriminatif. Oleh karena itu, kebebasan untuk memiliki semua hak yang telah diatur didalam hak asasi manusia harus diberikan oleh negara kepada semua individu yang ada didalam wilayah kedaulatannya.

Untuk lebih lengkapnya silahkan download file wordnya





Panjang 6043 kata, Size paper A4, 24 halaman

~ Semoga Bermanfaat ~


Read more »
Makalah Profesi Kependidikan

Makalah Profesi Kependidikan

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Profesi Guru
A.1.   Pengertian
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Profesi berasal dari bahasa latin "Proffesio" yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi: kegiatan "apa saja" dan "siapa saja" untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keah-lian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut dari padanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.
Sedangkan guru menurut pepatah jawa adalah digugu lan ditiru yang berarti bahwa guru merupakan sosok yang menjadi panutan bagi siswanya dan masih ada banyak pepatah yang berhubungan dengan guru lainnya walaupun intinya sama. Saat ini sosok guru sudah ikut "ter-reformasi". Guru dituntut untuk memiliki ilmu pengetahuan yang selalu berkembang dan mengikuti kemajuan jaman. Sudah tidak waktunya lagi guru yang kaku, memiliki pengetahuan terbatas, dan tidak mau terbuka dengan kemajuan teknologi
Secara pengertian tradisional guru adalah seorang yang berdiri di depan kelas untuk     menyampaikan ilmu pengetahuan (guru professional dan implementasi kuurikulum. Sedangkan menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Pendidik adalah tenaga   kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.( Undang-undang system pendidikan Nasional No 20. Tahun 2003 tentang sisitem pendidikan nasional)  Dengan menelaah dari pengertian guru diatas dapat disimpulkan bahwa seorang guru bukan hanya sekedar pemberi ilmu pengetahuan saja yang berada di depan kelas akan tetapi guru merupakan tenaga professional yang dapat menjadikan murid-muridnya mampu merencanakan, menganalisis dan menyimpulkan masalah yang dihadapi.

Sedangkan menurut beberapa ahli, profesi guru dapat diartikan sebagai berikut :
1.      Makagiansar, M. 1996
profesi guru adalah orang yang Memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang memadai, keahlian guru dalam melaksanakan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu.

2.      Nasanius, Y. 1998
Mengatakan bahwa profesi guru adalah kemampuan yang tidak dimiliki oleh warga masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. Ada beberapa peran yang dapat dilakukan guru sebagai tenaga pendidik, antara lain:
a)      sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar, membimbing dan melatih
b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi dapat merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki,
sebagai petugas kemashalakatkatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi warga negara yang baik.

Untuk lebih lengkapnya kalian bisa download file wordnya




Panjang 9890 kata, Size paper A4, 43 Halaman

Read more »
Makalah Pembelajaran

Makalah Pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Matematika adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Meskipun dalam bentuk perhitungan sederhana, matematika tetap berperan penting dalam banyak hal. Saat ini ada sangat banyak anak yang tidak mampu atau bahkan tidak mau mempelajari matematika karena merasa matematika sulit dan tidak menyenangkan, akibat proses pembelajaran matematika yang salah dan sangat membebani anak didik.
Kebanyakan siswa yang baru mengenal matematika pasti akan mengatakan matematika itu sulit terlebih lagi bagi siswa yang baru duduk di Sekolah dasar. Ketidaksenangan siswa kepada pelajaran matematika itu membuat mereka cenderung malas dan enggan mengerjakan tugas-tugas. Ditambah lagi sikap dan karakter siswa usia dini yang lebih cenderung bermain. Oleh karena itu peran guru harus benar-benar paham dan mengerti bagaimana cara dan metode mengajar yang efektif dan benar, serta membuat siswa menjadi senang dan antusias untuk belajar matematika.


B.   Batasan Masalah
Dari uraian di atas dapat dilihat begitu kompleksnya permasalahan dalam pendidikan terutama pada siswa Sekolah Dasar. Oleh karena itu Penulis membatasi beberapa masalah dalam penulisan makalah dengan pandangan tentang matematika, memahami karakteristik anak didik serta metode - metode dalam pembelajaran.


Untuk lebih lengkapnya silahkan download file word di bawah ini.




Panjang 8343 kata, size papaer A4, 38 Halaman

Read more »
RPP Matematika Sudut dan Garis

RPP Matematika Sudut dan Garis

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran         :     Matematika
Kelas / Semester       :     X / Genap
Alokasi Waktu         :     2 x 45 menit

Standar Kompetensi :
Menentukan kedudukan, jarak, dan besar sudut yang melibatkan titik, garis,  dan bidang dalam ruang dimensi tiga

Kompetensi Dasar :
Menentukan besar sudut antara garis dan bidang dan antara dua bidang dalam ruang dimensi tiga

Indikator :
o    Menentukan besar sudut antara dua garis dalam ruang
o    Menentukan besar sudut antara garis dan bidang dalam ruang
o    Menentukan besar sudut antara dua bidang dalam ruang

A.      Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai pembelajaran siswa diharapkan dapat :
·           Mendefinisikan pengertian sudut antara titik, garis dan bidang dalam ruang
·           Menggambar sudut antara dua garis dalam bangun ruang
·           Menghitung besar sudut antara dua garis pada bangun  ruang

B.       Metode Pembelajaran
-         Penemuan terbimbing
-          Ceramah
-          Diskusi
-          Tanya jawab

C.       Materi :
-          Sudut antara garis dengan garis
-          Sudut antara garis dengan bidang
-          Sudut antara bidang dengan bidang


Untuk lebih lengkapnya silahkan Klik Disini
Read more »
Proposal Penelitian Pembelajaran Arias

Proposal Penelitian Pembelajaran Arias

PROPOSAL
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE PEMBELAJARAN ARIAS

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Matematika sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan mulai dari jenjang pendidikan dasar, selain sebagai sumber dari ilmu yang lain juga merupakan sarana berpikir logis, analisis, dan sistematis. Sebagai mata pelajaran yang berkaitan dengan konsep-konsep yang abstrak, maka dalam penyajian materi pelajaran, matematika harus dapat disajikan lebih menarik dan sesuai dengan kondisi dan keadaan siswa. Hal ini tentu saja dimaksudkan agar dalam proses pembelajaran siswa lebih aktif dan termotivasi untuk belajar. Untuk itulah perlu adanya pendekatan khusus yang diterapkan oleh guru.
Mengembangkan motivasi di kalangan peserta didik merupakan hal yang sangat penting dalam era persaingan global, karena tingkat kompleksitas permasalahan dalam segala aspek kehidupan modern ini semakin tinggi.
Read more »

Blogging

Bisnis Online