Kita lah Yang Munafik

Sumber gambar : suara-islam.com

Seorang wanita berbincang dengan ustadzah dalam sebuah majlis di masjid.

Seorang wanita :  saya tidak mau ikut ke pengajian ini lagi?

Ustadzah  :  alasannya kenapa?

Seorang wanita  : saya lihat ditempat pengajian ini perempuannya suka ngegosip, lelakinya munafik, jama’ahnya banyak yang sibuk maen hp,dsb..

Ustadzah   :  baiklah, tapi sebelum kau pergi, tolong lakukan sesuatu untukku. Ambil segelas penuh air dan berjalanlah mengelilingi masjid ini tanpa menumpahkan setetes airpun ke lantai. Setelah itu, engkau bisa pergi meninggalkan masjid ini.

Seorang wanita  : itu gampang.. 

Wanita itu melakukan apa yang dikatakan ustadzah, dengan berjalan hati-hati wanita tersebut memegang segelas air penuh hingga selesai memutari masjid tersebut.

Ustadzah  : ketika kamu tadi berjalan berkeliling didalam masjid, apakah engkau mendengar orang bergosip , melihat orang munafik, melihat orang yang sibuk dengan hp?

Seorang wanita  : tidak …

Ustadzah  engkau tahu kenapa? Karena engkau fokus pada gelasmu, memastikan tidak kesandung dan tidak ada air yang tumpah. Begitupun dengan kehidupan kita. Ketika kita mengarahkan pandangan kita pada ALLAH yang kita imani, maka  kita tidak akan punya waktu untuk melihat kesalahan, menilai atau bahkan mengkritik orang lain.

Direndahkan tidak mungkin menjadi sampah, dan disanjung tidak akan menjadi rembulan.
Jangan risau dengan omongan, sebab setiap orang membacamu dengan pemahaman yang berbeda.

Teruslah melangkah selama engkau dijalan yang benar, meski terkadang kebaikan tak selalu dihargai. Tidak usah repot-repot menjelaskan tentang dirimu, sebab yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang mau berbuat baik. Jika didzolimi orang, jangan fikir untuk membalas dendam, tapi berfikirlah cara membalas dengan kebaikan.

Jangan mengeluh, teruslah berdo’a dan berikhtiar. Sibukkan diri dalam kebaikan supaya keburukan lelah mengikutimu.


Sumber : Whatsapp

Kita lah Yang Munafik