Pendidikan
Showing posts with label Pendidikan. Show all posts

Thursday, 10 September 2015

Metode Mind Mapping

No comments:

PENGERTIAN MIND MAPPING

Mind Mapping berasal dari bahasa Inggris, yang terdiri dari dua kata yaitu mind yang berarti pikiran dan mapping yang berarti pemetaan, sehingga mind mapping dapat diartikan sebagai pemetaan pikiran atau peta pikiran ( Bambang, 2007:191-194).

Mind Maping pertama kali dikembangkan oleh Tony Buzan, seorang Psikolog dari Inggris. Beliau adalah penemu  Mind Map (Peta Pikiran), Ketua Yayasan Otak, pendiri Klub Pakar (Brain Trust) dan pencipta konsep Melek Mental. Mind map diaplikasikan di bidang pendidikan, seperti teknik, sekolah, artikel serta menghadapi ujian.

Mind maping dapat diartikan sebagai proses memetakan pikiran untuk menghubungkan konsep-konsep permasalahan tertentu dari cabang-cabang sel saraf membentuk korelasi konsep menuju pada suatu pemahaman dan hasilnya dituangkan langsung di atas kertas dengan animasi yang disukai dan gampang dimengerti oleh pembuatnya. Sehingga tulisan yang dihasilkan merupakan gambaran langsung dari cara kerja koneksi-koneksi di dalam otak.

Menurut Iwan Sugiarto (Agung, 2011: 5) Mind Mapping merupakan suatu metode pembelajaran yang sangat baik digunakan oleh guru untuk meningkatkan daya hafal siswa dan pemahaman konsep siswa yang kuat, siswa juga dapat meningkat daya kreatifitas melalui kebebasan berimajinasi. Mind Mapping juga merupakan teknik meringkas bahan yang akan dipelajari dan memproyeksikan masalah yang dihadapi ke dalam bentuk peta atau teknik skema sehingga lebih mudah memahaminya.

Metode Mind Mapping adalah metode mencatat yang sangat baik, dapat membantu siswa dalam mengingat perkataan dan bacaan, meningkatkan pemahaman terhadap materi, membantu mengorganisasi materi, dan memberikan wawasan baru. Karena dalam metode ini memanfaatkan keseluruhan otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan ( Bobby De Porter, 1999:152 ).

Mind mapping juga diartikan sebagai alat yang paling hebat untuk membantu otak manusia secara teratur (Bobby De Porter, 2008:175). Metode Mind Mapping merupakan metode yang termudah untuk memasukkan informasi kedalam otak dan mengambilnya kembali dari otak.

Menurut Porter & Hernacki (2008:152-159) : Mind Mapping juga dapat disebut dengan peta pemikiran. Mind Mapping juga merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman. Mind Mapping menggunakan pengingatpengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. Peta pikiran atau Mind Mapping pada dasarnya menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan pada otak.

Metode Mind Mapping adalah metode baru untuk mencatat yang bekerjanya disesuaikan dengan bekerjanya dua belah otak (otak kiri dan otak kanan). Metode ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna. Tony Buzan mengemukakan “your brain is like a sleeping giant,hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal.”

2014-01-24_020153

Menurut Tony Buzan, Mind Maping dapat membantu kita untuk banyak hal seperti : merencanakan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat dengan baik, belajar lebih cepat dan efisien serta melatih gambar keseluruhan.

Dari beberapa definisi tersebut diatas maka dapat diambil suatu pengertian bahwa metode mind mapping adalah tehnik mencatat kreatif dalam pemetaan pikiran berbagai suatu manfaat materi pelajaran yang akan memudahkan siswa belajar. Mind mapping di kategorikan kreatif karena dalam pembuatannya, mind mapping membutuhkan pemanfaatan imajinasi dari siswa sesuai dengan tingkat kekreatifan siswa, sehingga akan mirip sebuah karya seni. Semakin siswa kreatif maka akan semakin bagus catatan siswa.

MANFAAT METODE MIND MAPPING

Banyak manfaat yang dapat diambil dari penggunaan metode mind mapping dalam pembelajaran dikelas, baik bagi siswa maupun bagi guru.

Manfaat mind mapping bagi siswa antara lain:
a. Memudahkan siswa dalam menerima informasi dari guru
b. Memudahkan dalam menghafal dan mengingat suatu materi pelajaran
c. Menghemat buku catatan karena tidak terlalu banyak dalam mencatat
d. Merangsang kreatifitas siswa, menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri
e. Mudah menemukan materi yang akan dicari
f. Mempresentasikan materi dengan mudah

Adapun manfaat mind mapping bagi guru adalah sebagai berikut:
a. Mempermudah dalam penyampaian hal-hal yang penting dan detail pada siswa
b. Mempermudah dalam dokumentasi
c. Mengefektifkan komunikasi
d. Menghemat waktu
e. Mengorganisasikan informasi yang kompleks dengan cepat dan efektif.

Menurut Michael Michalko dalam Buzan (2009:6), metode Mind Mapping dapat dimanfaatkan atau berguna untuk berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Kegunaan metode Mind Mapping dalam bidang pendidikan antara lain:
a. Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah.
b. Memungkinkan kita merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan.
c. Mengumpulkan sejumlah besar data disuatu tempat.
d. Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif.

Selain itu menurut Buzan (2009:54-130) metode Mind Mapping dapat bermanfaat untuk :
 1)  Merangsang bekerjanya otak kiridan kanan secara sinergis.
 2)  Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar.
 3)  Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa hambatan.
 4)  Membuat rencana atau kerangka cerita.
 5)  Mengembangkan sebuah ide.
 6)  Membuat perencanaan sasaran pribadi.
 7)  Memulai usaha baru.
 8)  Meringkas isi sebuah buku.
 9)  Fleksibel.
10) Dapat memusatkan perhatian.
11) Meningkatkan pemahaman.
12) Menyenangkan dan mudah diingat.

Dan Menurut Bobby De Porter ( 1999:172 ) manfaat metode mind mapping yaitu:
a. Fleksibel
b. Memusatkan perhatian
c. Meningkatkan pemahaman
d. Menyenangkan

MEMBUAT MIND MAPPING

Buzan (2009:14), sarana dan prasarana untuk membuat Mind Mapping adalah :
a. Kertas kosong tak bergaris.
b. Pena dan pensil warna.
c. Otak.
d. Imajinasi.

Buzan (2009:15-16), membuat Mind Mapping membutuhkan imajinasi atau pemikiran, adapun cara pembuatan Mind Mapping adalah:
1) Mulailah dari tengah kertas kosong.
2) Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama.
3) Gunakan berbagai warna.
4) Hubungan cabang-cabang utama ke gambar pusat.
5) Buatlah garis hubung yang melengkung.
6) Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis.
7) Gunakan gambar.

Beberapa hal penting dalam membuat peta pikiran ada di bawah ini, yaitu:
  1. Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah. Contohnya, apabila kita sedang mempelajari pelajaran sejarah kemerdekaan Indonesia, maka tema utamanya adalah Sejarah Indonesia.
  2. Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama. Dari tema utama Sejarah Indonesia, maka tema-tema turunan dapat terdiri dari: Periode,Wilayah, Bentuk Perjuangan ,dll.
  3. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau simbol. Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut. Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan Peta Pikiran yang miskin warna.
  4. Gunakan huruf besar. Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. Selain itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci
  5. Buat peta pikiran dikertas polos dan hilangkan proses edit. Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran, maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.
  6. Sisakan ruangan untuk penambahan tema. Peta Pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. Setelah menggambar Peta Pikiran versi pertama, biasanya kita akan menambahkan informasi, menulis pertanyaan atau menandai poin-poin penting. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas Peta Pikiran untuk penambahan tema.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN

Kelebihan dari Metode Mind Mapping adalah sebagai berikut :
 1)  Dapat mengemukakan pendapat secara bebas.
 2)  Dapat bekerjasama dengan teman lainnya.
 3)  Catatan lebih padat dan jelas.
 4)  Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan.
 5)  Catatan lebih terfokus pada infi materi.
 6)  Mudah melihat gambaran keseluruhan.
 7)  Membantu otak untuk: mengatur, mengingat, membandingkan dan membuat hubungan.
 8)  Memudahkan penambahan informasi baru.
 9)  Pengkajian ulan bisa lebih cepat.
10) Setiap peta bersifat unik.

Kelemahan dari Metode Mind Mapping yaitu :
 1)  Hanya siswa yang aktif yang terlibat.
 2)  Tidak sepenuhnya murid yang belajar.
 3)  Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa.


--- Semoga Bermanfaat ---

Friday, 28 August 2015

Pendekatan Pembelajaran Konstruktivisme

No comments:
Hasil gambar untuk belajar kartunPendekatan konstruktivisme merupakan proses pembelajaran yang menerangkan bagaimana pengetahuan disusun dalam pemikiran pelajar. Pengetahuan dikembangkan secara aktif oleh pelajar itu sendiri dan tidak diterima secara pasif dari orang disekitarnya. Hal ini bermakna bahwa pembelajaran merupakan hasil dari usaha pelajar itu sendiri dan bukan hanya ditransfer dari guru kepada pelajar. Hal tersebut berarti siswa tidak lagi berpegang pada konsep pengajaran dan pembelajaran yang lama, dimana guru hanya menuangkan atau mentransfer ilmu kepada siswa tanpa adanya usaha terlebih dahulu dari siswa itu sendiri.

Pembelajaran model konstruktivisme menurut Karli dan Margaretha (2002:16) adalah proses pembelajaran yang diawali konflik kognitif, yang pada akhirnya pengetahuan akan dibangun sendiri oleh siswa melalui pengalaman dan hasil interaksi dengan lingkungannya.

Model pembelajaran konstruktivisme menekankan pada pengembangan kemampuan, keterampilan (hand-on), dan pemikiran siswa (mind-on) Horleys, et al. (Isjoni, 2007:22).

Sedangkan Merrill mengemukakan asumsi-asumsi konstruktivisme adalah sebagai berikut :
  1. Pengetahuan dikonstruksi dari pengalaman;
  2. Pembelajaran adalah sebuah interpretasi personal terhadap dunia;
  3. Pembelajaran adalah sebuah proses aktif yang di dalamnya makna dikembangkan atas dasar pengalaman;
  4. Pertumbuhan konseptual datang dari negosiasi makna, pembagian perspektif ganda, dan perubahan bagi representasi internal kita melalui pembelajaran kolaboratif; 
  5. Pembelajaran harus disituasikan dalam seting yang realistis; pengujian harus diintegrasikan dengan tugas dan bukan sebuah aktivitas yang terpisah.
Tobin dan Timmons (Isjoni, 2007 : 22 ) menegaskan bahwa pembelajaran yang berlandaskan pandangan konstruktivisme harus memperhatikan empat hal, yaitu :
  1. Berkaitan dengan pengetahuan awal siswa (prior knowledge).
  2. Belajar melalui pengalaman (experiences).
  3. Melibatkan interaksi sosial (social iriteraction).
  4. Kepahaman (sense making).

Menurut Hudojo (dalam Hermayani, 2008), ada tiga ciri yang harus dimunculkan dalam proses pembelajaran matematika menurut pandangan konstruktivisme yaitu sebagai berikut:
  1. Pembelajar harus terlibat secara aktif dalam belajarnya.
  2. Pembelajar belajar materi matematika secara bermakna dengan bekerja dan berpikir;
  3. Informasi baru harus diikutsertakan dengan informasi lama sehingga menyatu dengan struktur kognitif yang dimiliki oleh pembelajar;
  4. Orientasi pembelajarannya berdasarkan pemecahan masalah.

Prinsip konstruktivisme telah banyak digunakan dalam pembelajaran. Menurut Mohammad (2004:4) prinsip utama dalam pembelajaran konstrutivisme adalah: 
  1. Penekanan pada hakikat sosial dari pembelajaran, yaitu peserta didik belajar  melalui interaksi dengan guru atau teman,
  2. Zona perkembangan terdekat, yaitu belajar konsep yang baik adalah jika konsep itu berada dekat dengan peserta didik,
  3. Pemagangan kognitif, yaitu peserta didik memperoleh ilmu secara bertahap dalam berinteraksi dengan pakar, dan
  4. Mediated learning, yaitu diberikan tugas komplek, sulit, dan realita kemudian baru diberi bantuan.

Paul Suparno dkk (2002:45-46) menyatakan langkah-langkah dalam pembelajaran konstruktivis ada 3, yaitu : tahap persiapan (sebelum guru mengajar), tahap pelaksanaan (selama proses pembelajaran), tahap evaluasi (sesudah proses pembelajaran).


Kelebihan dari pembelajaran dengan pendekatan kostruktivisme adalah :
  • Siswa dapat mengungkap gagasan/ide dan konsepnya.
  • Siswa dapat mengkonstruksi sendiri pengetahuannya, sehingga bahan pelajaran bertahan lama dan lebih mudah diingat.
  • Terjadi dialog dalam pembelajaran antara siswa dengan guru dan siswa dengan siswa.

Sedangkan Kelemahan dari pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme adalah :
  • Alokasi waktu pembelajaran memerlukan waktu yang lama.
  • Penanganan atau pembimbingan berbeda-beda untuk setiap siswa.
  • Banyak bahan pelajaran yang tidak terselesaikan menurut kurikulum yang baku.

~ Semoga Bermanfaat ~

Thursday, 27 August 2015

Metode Drill And Practice

No comments:
Drill Secara Bahasa bisa diartikan berlatih mencakup didalamnya aktifitas menghapal, mengeja kata, dan sebagainya. Practice atau praktek dapat dikategorikan di dalamnya seperti menulis, melaksanakan berbagai gerak dlm olahraga, dan lain sebagainya. Atau secara singkatnya, drill and practice dapat juga disebut ‘berlatih dan praktek’.
Hasil gambar untuk kartun belajar di kelas
Metode pembelajaran Drill and Practice merupakan teknik pengajaran yang dilakukan berulang kali untuk mendapatkan keterampilan, dibutuhkan untuk mengingat secara matematis. Metode ini digunakan untuk mengajarkan keahlian yang khusus, ini diikuti dengan pengajaran yang sistematis dengan harapan untuk mengingat (Richardson, 2006: www.cornerstonecurriculum.com, 15 Oktober 2006).

Metode Drill and Practice biasanya digunakan dalam pembelajaran materi hitungan, bahasa asing dan peningkatan perbendaharaan kata-kata (vocabulary). Metode Drill and Practice ini mengarahkan siswa melalui latihan-latihan untuk meningkatkan kecekatan/ketangkasan dan kefasihan/kelancaran dalam sebuah keterampilan (Sharon, 2005: 120).

Berikut merupakan Berikut merupakan pengertian metode drill menurut beberapa pendapat :
  1. Roestiyah N.K, Suatu teknik yang dapat diartikan sebagai suatu cara mengajar siswa melakukan kegiatan latihan, siswa memiliki ketangkasan dan keterampilan lebih tinggi dari apa yang dipelajari.
  2. Zuhairini, Suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dengan jalan melatih siswa terhadap bahan pelajaran yang sudah diberikan.
  3. Shalahuddin, Suatu kegiatan dalam melakukan hal yang sama secara berulang-ulang dan sungguh-sungguh dengan tujuan untuk menyempurnakan suatu keterampilan supaya menjadi permanen.
  4. Dalam buku Nana Sudjana, metode drill adalah satu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara sungguh-sungguh dengan tujuan untuk menyempurnakan suatu ketrampilan agar menjadi permanen. Ciri  yang khas dari metode ini adalah kegiatan berupa pengulangan yang berkali-kali dari suatu hal yang sama.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa metode drill adalah latihan dengan praktek yang dilakukan berulang kali secara kontinyu untuk mendapatkan keterampilan dan ketangkasan praktis tentang pengetahuan yang dipelajari. Dari segi pelaksanaannya siswa teriebih dahulu telah dibekali dengan pengetahuan secara teori. Kemudian dengan tetap dibimbing oleh guru, siswa diminta mempraktikkannya sehingga menjadi mahir dan terampil.

Sedangkan tujuan dari latihan menurut Roestiyah N.K (2001: 125) adalah agar siswa :
  1. Memiliki keterampilan motoris.
  2. Mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan, mengurangi, menarik akar dalam mencongak. Mengenal benda/bentuk dalam matematika, ilmu pasti, ilmu kimia, tanda baca dan sebagainya.
  3. Memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaan dengan hal lain.

Tujuan dan Manfaat Metode Pembelajaran Drill and Practice

Drill and Practice pertama kali digunakan oleh sekolah-sekolah tua di Amerika sebagai cara untuk :
  1. Memacu kemampuan dasar motorik
  2. Memacu kebiasaan dan mental agar yang dipelajari siswa dapat lebih mengena atau berarti, tepat, dan berguna.
Hal-hal tersebut di atas dapat berhasil apabila siswa juga mengerti konteks keseluruhan dari akibat drill and practice atau kegunaan bagi dirinya. Drill and Practice sangat efektif karena dapat dikerjakan individu atau berkelompok, maupun kelompok besar dalam skala satu kelas.

Secara umum teknik mengajar latihan ini biasanya digunakan untuk tujuan agar siswa:
  1. Memiliki ketrampilan motoris/gerak; seperti menghafalkan kata-kata, menulis, mempergunakan alat/membuat suatu benda; melaksanakan gerak dalam olah raga;
  2. Mengembangkan kecakapan intelek, seperti mengalikan, membagi, menjumlahkan, mengurangi, menarik akar dalam hitung mencongak.
  3. Memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaan dengan hal lain, seperti hubungan sebab akibat banyak hujan - banjir; antara tanda huruf dan bunyi -ng -ny dan sebagainya; penggunaan lambang/simbol di dalam peta dan lain-lain.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan metode pembelajaran Drill Practice adalah:
  1. Bahan yang diberikan secara teratur.
  2. Adanya pengawasan, bimbingan dan koreksi yang segera diberlkan oleh guru memungkinkan murid untuk segera melakukan perbaikan terhadap kesalahan-kesalahannya.
  3. Pengetahuan atau keterampilan siap yang telah terbentuk sewaktu-waktu dapat dipergunakan dalam keperluan sehari-hari, baik untuk keperluan studi maupun untuk bekal hidup di masyarakat kelak.
  4. Metode ini memungkinkan kesempatan untuk lebih memperdalam kemampuan secara spesifik.
  5. Dapat menambah kesiapan siswa dan meningkatkan kemampuan respon yang cepat.
  6. Berbagai macam strategi dapat menambah dan meningkatkan kemampuan

Kekurangannya :
  1. Dapat membentuk kebiasaan yang kaku. Respon yang terbentuk secara otomatis akan mempengaruhi tindakan yang bersifat irrasionil, rutine serta tidak menggunakan akal.
  2. Menimbulkan adaptasi mekanis terhadap lingkungannya. Di dalam menghadapi masalah, siswa menyelesaikan secara statis.
  3. Menimbulkan verbalisme. Respons terhadap stimulus yang telah terbentuk dengan latihan itu akan, berakibat kurang digunakannya rasio sehingga, inisiatif pun terhambat.
  4. Latihan yang terlampau berat akan menimbulkan perasaan benci, baik kepada mata pelajaran maupun kepada gurunya.
  5. Menimbulkan kebosanan dan kejengkelan. Akhirnya anak enggan berlatih dan malas atau mogok belajar.
  6. Menghambat bakat dan inisiatif siswa., karena siswa lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian.


Referensi :

Richardson. 2006. How is Making Math Meaningful Different from the Saxon
           Math Program?, www.cornerstonecurriculum.com diakses 15 Oktober 2006.

Sharon. 2005. Instructional Technology and Media for Learning. Eighth Edition.
           Merril Prentice Hall.

Roestiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta: Bina Aksara, 1985), 125.

Zuhairini, dkk, Metodik Khusus Pendidikan Agama (Suarabaya: Usaha Nasional, 1983),106.

Shalahuddin, Metodologi Pengajaran Agama (Surabaya: Bina Ilmu, 1987), 100.

Nana Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung: Sinar Baru, 1991), 86.

Tuesday, 25 August 2015

Pengertian Metode dan Model Pembelajaran

No comments:

METODE PEMBELAJARAN

Metode merupakan langkah operasional dari strategi pembelajaran yang dipilih dalam mencapai tujuan belajar, sehingga bagi sumber belajar dalam menggunakan suatu metode pembelajaran harus disesuaikan dengan jenis strategi yang digunakan. Ketepatan penggunaan suatu metode akan menunjukkan fungsionalnya strategi dalam kegiatan pembelajaran.

Istilah metode dapat digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, sebab secara umum menurut kamus Purwadarminta (1976), metode adalah cara yang telah teratur dan terfikir baik-baik untuk mencapai sesuatu maksud. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, metode adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan. Metode berasal dari kata method (Inggris), artinya melalui, melewati, jalan atau cara untuk memeroleh sesuatu.
Hasil gambar untuk metode dan model pembelajaran

Berdasarkan pengertian tersebut di atas jelas bahwa pengertian Metode pada prinsipnya sama yaitu merupakan suatu cara dalam rangka pencapaian tujuan, dalam hal ini dapat menyangkut dalam kehidupan ekonomi, sosial, politik, maupun keagamaan. Unsur–unsur metode dapat mencakup prosedur, sistimatik, logis, terencana dan aktivitas untuk mencapai tujuan. Adapun metode dalam pembahasan ini yaitu metode yang digunakan dalam proses pembelajaran.

Pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap upaya yang sistimatik dan disengaja untuk menciptakan kondisi-kondisi agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut tidak dapat lepas dari interaksi antara sumber belajar dengan warga belajar, sehingga untuk melaksanakan interaksi tersebut diperlukan berbagai cara dalam pelaksanaannya. Interaksi dalam pembelajaran tersebut dapat diciptakan interaksi satu arah, dua arah atau banyak arah. Untuk masing-masing jenis interaksi tersebut maka jelas diperlukan berbagai metode yang tepat sehingga tujuan akhir dari pembelajaran tersebut dapat tercapai.

Metode dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai cara untuk menyampaikan materi saja, sebab sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran mempunyai tugas cakupan yang luas yaitu disamping sebagai penyampai informasi juga mempunyai tugas untuk mengelola kegiatan pembelajaran sehingga warga belajar dapat belajar untuk mencapai tujuan belajar secara tepat. Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Berdasarkan hal tersebut maka kedudukan metode dalam pembelajaran mempunyai ruang lingkup sebagai cara dalam : 
  1. Pemberian dorongan, yaitu cara yang digunakan sumber belajar dalam rangka memberikan dorongan kepada warga belajar untuk terus mau belajar.
  2. Pengungkap tumbuhnya minat belajar, yaitu cara dalam menumbuhkan rangsangan untuk tumbuhnya minat belajar warga belajar yang didasarkan pada kebutuhannya.
  3. Penyampaian bahan belajar, yaitu cara yang digunakan sumber belajar dalam menyampaikan bahan dalam kegiatan pembelajaran.
  4. Pencipta iklim belajar yang kondusif, yaitu cara untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi warga abelajar untuk belajar.
  5. Tenaga untuk melahirkan kreativitas, yaitu cara untuk menumbuhkan kreativitas warga belajar sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
  6. Pendorong untuk penilaian diri dalam proses dan hasil belajar, yaitu cara untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran.
  7. Pendorong dalam melengkapi kelemahan hasil belajar, cara untuk untuk mencari pemecahan masalah yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran.
Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal (Sanjaya, 2008: 147). Metode dilakukan dengan Teknik dan taktik (penjabaran dari metode) (Sanjaya, 2008: 127). Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode (contoh bagaimana agar ceramah dapat efektif? diperhatikan situasi dan kondisinya, misalnya ceramah pada saat siang dengan siswa yang banyak dengan pagi dengan siswa yg sedikit tentu saja berbeda tehnik nya). Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu.

Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008).
Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya :
  1. ceramah
  2. demonstrasi
  3. diskusi
  4. simulasi
  5. laboratorium
  6. pengalaman lapangan
  7. brainstorming
  8. debat
  9. simposium, dan sebagainya.

MODEL PEMBELAJARAN

Model pembelajaran. pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu:
  1. model interaksi sosial.
  2. model pengolahan informasi.
  3. model personal-humanistik.
  4. model modifikasi tingkah laku.
Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.

~ Semoga Bermanfaat ~

Pengertian Pendekatan dan Strategi Pembelajaran

No comments:

PENDEKATAN PEMBELAJARAN

Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

Dilihat dari pendekatannya, terdapat dua jenis pendekatan pembelajaran, yaitu:
  1. pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach)
  2. pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Hasil gambar untuk pendekatan strategi pembelajaran


Selain itu  pendekatan  pembelajaran  dapat diartikan sebagai suatu konsep atau prosedur yang digunakan dalam membahas suatu bahan pelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran (Soedjana, 1986: 4). Pendekatan  dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan terjadinya suatu proses yang sifatnya masih umum. OLeh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu (Sanjaya, 2008: 127).


STRATEGI PEMBELAJARAN
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Strategi dalam kegiatan pembelajaran dapat diartikan dalam pengertian secara sempit dan pengertian secara luas. Dalam pengertian sempit bahwa istilah strategi itu sama dengan pengertian metode yaitu sama-sama merupakan cara dalam rangka pencapaian tujuan. Dalam pengertian luas sebagaimana dikemukakan Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :
  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
  2. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolak ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.
Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah:
  1. Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik.
  2. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif.
  3. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
  4. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan.
Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.

Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu:
  1. exposition-discovery learning.
  2. group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
~ Semoga Bermanfaat ~

Monday, 24 August 2015

Metode Global (Ganze Method)

No comments:
Metode Global (Ganze Method)
Adrian (2004) menyatakan bahwa metode global (Ganze Method) adalah suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca keseluruhan materi, kemudian siswa meresume apa yang dapat mereka serap atau ambil intisari dari materi tersebut.


Wednesday, 18 February 2015

Teori Belajar

No comments:
Belajar sebagai suatu proses berfokus pada apa yang terjadi ketika belajar berlangsung. Penjelasan tentang apa yang terjadi merupakan teori-teori belajar. Teori belajar adalah upaya untuk menggambarkan bagaimana orang dan hewan belajar, sehingga membantu kita memahami proses kompleks inheren pembelajaran. (Wikipedia).


Menurut Morgan  (Gino, 1988: 5) menyatakan bahwa belajar adalah merupakan salah satu yang relatif tetap dari tingkah laku sebagai akibat dari pengalaman.  Dengan demikian dapat diketahui bahwa belajar adalah usaha sadar yang dilakukan manusia melalui pengalaman dan latihan untuk memperoleh kemampuan baru dan merupakan perubahan tingkah laku yang relatif tetap, sebagai akibat dari latihan. Menurut Hilgard (Suryabrata, 2001:232) menyatakan belajar merupakan proses perbuatan yang dilakukan dengan sengaja, yang kemudian menimbulkan perubahan, yang keadaannya berbeda dari perbuatan yang ditimbulkan oleh lainnya.

Teori manapun pada prinsipnya, belajar meliputi segala perubahan baik berpikir, pengetahuan, informasi, kebiasaan, sikap apresiasi maupun pengertian. Ini berarti kegiatan belajar ditunjukan oleh adanya perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman. Perubahan akibat proses belajar adalah karena adanya usaha dari individu dan perubahan tersebut berlangsung lama. Belajar merupakan kegiatan yang aktif, karena kegiatan belajar dilakukan dengan sengaja, sadar dan bertujuan.

Agar kegiatan belajar mencapai hasil yang optimal, maka diusahakan faktor penunjang seperti kondisi peserta didik yang baik, fasilitas  dan lingkungan yang mendukung serta proses belajar mengajar yang tepat.
Read more »

Friday, 6 June 2014

Pluto bukan bagian tata surya lagi

No comments:
Kalian pasti tahu pluto kan?? planet ke-9 dari tata surya ini sekarang tidak lagi masuk urutan tata surya.
mulai tanggal 24 Agustus 2006, Pluto sudah tidak lagi berhak menyandang predikat sebagai planet.

Sidang Umum Himpunan Astronomi Internasional (International Astronomical Union/IAU) Ke-26 di Praha, Republik Ceko, yang berakhir 25 Agustus, menghasilkan keputusan bersejarah dalam dunia astronomi dengan mengeluarkan Pluto dari daftar planet-planet di Tata Surya kita. Mulai sekarang, anggota Tata Surya hanya terdiri dari delapan planet, yakni Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.


Keputusan mengeluarkan Pluto yang sudah menjadi anggota Keluarga Planet Tata Surya selama 76 tahun merupakan konsekuensi ditetapkannya definisi baru tentang planet. Resolusi 5A Sidang Umum IAU Ke-26 berisi definisi baru itu.
Read more »

Wednesday, 11 September 2013

Silabus Kurikulum 2013 untuk Sekolah Dasar

No comments:

Silabus merupakan program pembelajaran yang akan dijadikan dasar untuk membuat rencana pembelajaran. Penyusunan silabus oleh pusat ini dimaksudkan agar pengawasan dan kontrol pendidikan jadi lebih mudah. Sehingga proses pembelajaran tidak menurut cara yang diketahuinya sendiri-sendiri.


Mulai tahun pelajaran 2013/2014 kurikulum 2013 akan diterapkan di sekolah yang mendapat prioritas dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Secara bertahap kurikulum pengganti KTSP ini diimplementasikan.

Untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2013 dibutuhkan Silabus sebagai pedoman dalam penyusunan materi yang akan di ajarkan. Kurikulum Pendidikan 2013 ini dalam penerapannya menggunakan metode pembelajaran tematik yang mengambil pokok bahasan pelajaran berdasarkan tema dengan menggabungkan beberapa pelajaran menjadi satu.

Berikut adalah contoh Silabus Kurikulum 2013 untuk SD :
xxx


Sumber :
http://www.sekolahdasar.net/2013/06/download-silabus-tematik-sd-kurikulum-2013.html
http://info-data-guru.blogspot.com/2013/06/Silabus-Kurikulum-2013-Untuk-Sekolah-Dasar.html

Thursday, 4 April 2013

Rangkuman Materi Lingkungan Sehat

No comments:

Materi IPA kelas 3 SD Semester 1

RANGKUMAN MATERI
LINGKUNGAN SEHAT

Perbedaan ciri lingkungan sehat dan lingkungan tidak sehat

a. Lingkungan sehat
  • Udara bersih dan segar karena mengandung banyak oksigen
  • Tanah yang subur
  • Sumber air yang bersih
  • Air sungai yang mengalir terlihat bersih dan jernih
  • Sampah tidak berserakan
  • Banyak tumbuhan hijau yang tumbuh dengan subur
b. Lingkungan tidak sehat
  • Udara kotor karena banyak debu dan asap
  • Sampah banyak bertebaran
  • Sumber air tidak bersih
  • Saluran air tidak lancer sehingga air menggenang
  • Tumbuhan tidak bisa tumbuh dengan subur sehingga lingkungan menjadi gersang
Beberapa faktor penyebab lingkungan tidak sehat, yaitu sebagai berikut:

1. Pencemaran udara/polusi udara:

Misal : asap kendaraan bermotor, asap pabrik, asap pembakaran sampah, kebakaran hutan, asap rokok, bau dari tumpukan sampah dan debu.

2. Pencemaran air:

Disebabkan oleh adanya pembuangan limbah atau sampah ke sungai.

3. Pencemaran tanah:

Disebabkan oleh pembuangan sampah, pemakaian pupuk dan pestisida yang berlebihan.

4. Pencemaran suara:

Disebabkan suara mesin-mesin pabrik dan kendaraan bermotor yang mengakibatkan kita tidak nyaman dan apabila terjadi terus-menerus dapat menyebabkan gangguan pendengaran.

Pengaruh lingkungan terhadap kesehatan

1. Pencemaran udara:

Membuat napas menjadi sesak dan fungsi paru-paru akan terganggu karena banyaknya at kimia yang masuk ke dalam tubuh.

2. Pencemaran air:

Air yang kotor mengandung bakteri yang dapat membuat tubuh terkena penyakit diare dan gangguan kesehatan pada kulit, ikan yang hidup di dalamnya akan mati.

3. Pencemaran tanah:

Tanah yang tercemar akan berkurang kesuburannya, tidak dapat digunakan untuk bercocok tanam. Akibatnya, produksi pangan akan mengalami hambatan yang berpengaruh terhadap jumlah makanan yang dibutuhkan.


Untuk lebih lengkapnya silahkan KLIK DISINI


Sumber : Buku IPA kelas 3 SD
 
Copyright ©2016 Dewi Nadzifah Blog • Design by BTDesigner